Diabetes Melitus

 Kesehatan umum  Comments Off
Sep 292013
 

 

Gejala Diabetes Melitus:


1.Sering buang air kecil
2.Mudah lapar dan haus
3.Berat Badan menurun tanpa sebab yang jelas
4.penglihatan kabur
5.Kulit terasa kering dan gatal,bisul/ borok yang sulit sembuh
6.Cepat lelah dan mengantuk
7.Impoten
8.Kesemutan
9.Melahirkan bayi lebih dari 4 kg
Bila ada gejala No.1 sampai No.3 saja sudah harus konsul ke dokter.

 

Diet Untuk penderita Diabetes Melitus

Diet Diabetes adalah cara diet untuk penderita diabetes melitus, yg dianjurkan adalah diet yang mengandung tinggi serat, terutama serat yang larut, rendah lemak, terutama lemak jenuh, dan rendah gula.Kalori yang berasal dari karbohidrat dianjurkan 40-65% dari total kalori,karbohidrat yang mempunyai index glikemik yang tinggi harus dikurangi.

 

Jul 282013
 

                                                                 

 

 Amoxicillin   : (  Antibiotik yang isinya Amoxicillin,  pemakaian atas petunjuk dokter )

Amobiotic, Amoxillin, Amoxsan, Farmoxyl, Intermoxil, Kalmoxillin, Lapimox, Opimox, Ospamox, Xiltrop, dll.

 

Asam Mefenamat : ( Menghilangkan rasa nyeri, pemakaian atas petunjuk dokter  )

Benostan, Dolos, Lapistan, Mefinal, Mefinter, Molasic, Nichostan, Opistan, Pehastan, Pondex, Ponstan, dll.

 

Paracetamol :  (  Penurun panas, menghilangkan rasa nyeri yang isinya Paracetamol )

Farmadol, Fevrin, Lanamol, Naprex, Nasamol, Ottopan, Pamol, Panadol, Progesic,  Pyrex, Pyridol, Sanmol, Tempra,  Xepamol, dll.

 

Obat Flu yang mengandung Paracetamol :

Alpara. Anadex. Bodrex, Bodrexin Flu dan batuk, Bodrex Migra, Bronchitin, Contrex, Decolgen, Decolsin, Farapon, Febrinex, Fludane, Fludexin, Flugesic, Kontrabat, Lacoldin, Mixagrip, Molexflu, Neo Novapon, Neozep Forte, Nipe,  Nodrof,Paratusin, Procold, Sanaflu, Stop Cold, dll.

Jul 252013
 

 

WHO / ISH

SBP = Systolic Blood Pressure ( mmHg )

DBP= Diastolic Blood Pressure ( mmHg )

 

Classification

SBP

DBP

Optimal

<120

<80

Normal

<130

<85

High-normal

130-139

85-89

Grade 1 Hypertention

140-159

90-99

Grade 2 hypertention

160-179

100-109

Grade 3 Hypertention

≥180

≥110

Jul 242013
 

Alat : Sebaiknya menggunakan tensimeter air raksa, bila tidak trampil sebaiknya pakai tensimeter
digital,tensimeter digital sebaiknya sering dikalibrasi.
Sebelum pemeriksaan , istirahat duduk dengan tenang selama 5 menit , selama pemeriksaan jangan
bicara dan jangan tegang.
Posisi duduk dengan siku lengan menekuk di atas meja, telapak tangan menghadap ke atas, posisi
lengan setinggi jantung.

Prosedur pemeriksaan tekanan darah dengan sfigmomanometer air raksa :
1. Pasang manset pada lengan atas, batas bawah manset 2-3 cm dari lipat siku ( lebar manset sebaiknya 2/3 dari panjang lengan atas )
2. Letakkan stetoskop diatas arteri brakialis.
3. Raba pulsasi arteri pada pergelangan tangan ( Arteri Radialis )
4. Pompa manset hingga tekanan manset mencapai 30mm Hg setelah pulsasi Arteri Radialis hilang,
5. Buka katup manset , biarkan tekanan manset menurun perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg / detik.
6. Bila bunyi pertama terdengar, dicatat sebagai tekanan sistolik.
7. Bunyi terakhir yang masih terdengar dicatat sebagai tekanan diastolik.
8. Turunkan tekanan manset sampai 0 mmHg, kemudian lepaskan manset.

Catatan : Pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan minimal 2 kali untuk sekali kunjungan.